Rabu, 26 April 2017

Analisis IFAS, EFAS dan SWOT pada PT. Indo Sena Logistik

PT. INDO SENA LOGISTIK


Tentang kami
                             
Terdiri sejak tahun 2016 sebagai sebuah perusahaan internasional yang bergerak dalam bidang ekspedisi dan berkembang pesat agar dapat memenuhi permintaan yang semakin meningkat dalam dunia logistic. Meskipun kami masih baru tetapi kami telah berpengalaman dan terpercaya dalam bidang ini. Yakni untuk mengatur pengiriman barang bagi perorangan maupun perusahaan agar mendapatkan barang-barang dari produsen sampai ke titik akhir distribusi.

Anda dapat mempercayakan kepada kami untuk menangani segala macam kebutuhan transportasi anda dengan cara apapun, apakah itu transportasi udara, transportasi laut maupun transportasi darat, kami akan melakukan yang terbaik.

Kami menjamin anda akan ditangani oleh staff kami yang berkualitas dan sudah terlatih sehingga siap untuk melayani anda kapan saja.
Kami ingin melayani anda dengan pelayanan yang terbaik dan tentunya dengan rate terendah, karena kami menyadari bahwa “Efisiensi Biaya” adalah kunci kepuasan anda.

Visi :

Untuk menjadi jasa pengiriman barang internasional yang terbaik, memenuhi kebutuhan pelanggan dalam bidang transportasi dan jasa logistic, menargetkan pertumbuhan yang luas dan menjadi salah satu yang paling menguntungkan dalam industry kami.

Misi :
  • Untuk memberikan pelayanan yang sesuai dengan standar internasioanl
  • Untuk memberikan rasa keamanan kepada pelanggan kami dalam hal pengiriman barang
  • Tumbuh secara intensif dan menjadi yang terbaik didalam bidang industry ini
  • Untuk menjadi mitra bisnis yang menarik bagi pelanggan kami

Value :
  • Kompetitif rate (Low Cost) adalah apa yang kami berikan...
  • Solusi terbaik adalah apa yang kami tawarkan...
  • Pelayanan tercepat adalah apa yang kami sediakan...
  • Terpercaya adalah kami yang sebenarnya...

ANALISIS IFAS :

A. Sumber Daya
  • Berwujud : Kantor, SDM, Shipper (Konsumen), Fendor Pelayaran, Fendor Trucking
  • Tidak Berwujud : Brand, Pelayanan, Harga, Kepuasan Shipper, Laporan Keuangan

B. Core
  • Memiliki harga yang dapat bersaing
  • Memberi Term of Payment yang cukup lama
  • Komunikasi dengan shipper dapat dilakukan meskipun diluar jam kantor

C. Keunggulan Daya Saing yang Berkesinambungan
  • Memberi harga dibawah pesaing dengan kualitas pelayanan yang maksimal
  • Mempunyai akses langsung ke pelayaran sehingga mudah untuk memberi pelayanan kepada shipper

D. Daya Saing
  • Pelayanan dari PT. Indo Sena Logistik yang lebih unggul dari pesaing

E. Value Chain PT. Indo Sena Logistik




F. Analisis Lingkungan Terdiri atas Lingkungan Eksternal dan Internal (Strength & Weakness).
  • Service
  • SOP
  • Keuangan
  • SDM
  • Marketing
  • Harga
  • Ketepatan Waktu
  • Pelayaran
  • Trucking

G. Kondisi Internal Perusahaan Strategic Advantage Profile (SAP)



H. Kuesioner Internal Factor Analysis Strategi untuk Mengetahui Kekuatan (Strength)



I. Kuesioner Internal Factor Analysis Strategi untuk Mengetahui Kelemahan (Weakness)



ANALISIS EFAS :

A. Kondisi Eksternal Perusahaan Strategic Advantage Profile (SAP)



B. Kuesioner Eksternal Factor Analysis Strategi untuk Mengetahui Peluang dan Ancaman (Opportunity and Threat)



ANALISIS MATRIKS SWOT :



DIAGRAM SWOT :



Setelah diketahui titik pertemuan diagonal-diagonal tersebut (X), maka posisi unit usaha diketahui pada kuadran I namun cenderung dekat pada kuadran II sehingga perlu diadakan penyempurnaan analisis dengan menghitung luasan wilayah pada tiap-tiap kuadran.
Hasil perhitungan dari masing-masing kuadran dapat digambarkan pada tabel berikut ini :


Program - program atau strategi yang dapat direncanakan untuk pengembangan perusahaan :


By :
Fatmawati
01214091
Manajemen B

Senin, 13 Maret 2017

Perbedaan Strategi dan Taktik Perusahaan PT Panasonic Gobel Indonesia (Panasonic)

Definisi Strategi

Strategi adalah pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu tertentu.

Didalam strategi yang baik terdapat koordinasi tim kerja, memiliki tema, mengidentifikasi factor pendukung yang sesuai dengan prinsip-prinsip pelaksanaan, gagasan secara rasional, efisien dalam pendanaan, dan memiliki taktik untuk mencapai tujuan secara efektif.




Perbedaan Strategi dan taktik

Strategi adalah menentukan apa yang harus dikerjakan sedangkan Taktik adalah menentukan bagaimana kita mengerjakan sesuatu.

Strategi yang baik adalah mampu memenangkan persaingan tanpa harus berkonfrontasi dan melakukan pengorbanan yang terlalu besar atau mengeluarkan cost yang besar. Taktik (operasi) adalah menentukan bagaimana kita mengerjakan sesuatu agar memenangkan persaingan (bagaimana kita mengimplementasikan strategi yang sudah dirumuskan).

Strategi dibedakan dengan taktik yang memiliki ruang lingkup yang lebih sempit dan waktu yang lebih singkat, walaupun pada umumnya orang sering kali mencampuradukkan ke dua kata tersebut.
Contoh berikut menggambarkan perbedaannya, "Strategi untuk memenangkan keseluruhan kejuaraan dengan taktik untuk memenangkan satu pertandingan".
Pada awalnya kata ini dipergunakan untuk kepentingan militer saja tetapi kemudian berkembang ke berbagai bidang yang berbeda seperti strategi bisnis, olahraga (misalnya sepak bola dan tenis), catur, ekonomi, pemasaran, perdagangan, manajemen strategi, dll.


Study kasus tentang Strategi dan Taktik Perusahaan PT Panasonic Gobel Indonesia (Panasonic)

Panasonic Gobel Indonesia Perkuat Perusahaan dengan Umumkan Strategi Bisnis Baru di Tahun 2013. Penunjukan Hiroyoshi Suga sebagai President Director Baru Panasonic Gobel Indonesia serta perluasan pasar di kelas premium dan menengah.
Jakarta, 12 April 2013 — PT Panasonic Gobel Indonesia (Panasonic) hari ini mengumumkan beberapa strategi bisnis di tahun 2013 sebagai bentuk kesiapan Perusahaan atas dinamisme pasar elektronika Indonesia. Hal ini diwujudkan melalui penunjukan President Director baru, Hiroyoshi Suga, serta memperluas tidak hanya pasar premium tetapi juga menengah melalui produk AC, kulkas dan TV.






“Indonesia merupakan salah satu pasar penting Panasonic. Kami berharap penerapan strategi bisnis tersebut akan terus meningkatkan penjualan kami di tahun 2013 hingga 25%. Kami menyambut baik kompetisi pada pasar elektronika yang semakin ramai dan memperkuat lini produk dan layanan kami sesuai kebutuhan konsumen di Indonesia.” ujar Hiroyoshi Suga, President Director Panasonic Gobel Indonesia.

Suga sendiri telah memiliki pengalaman internasional lebih dari 29 tahun dengan bekerja di Panasonic Amerika, Jepang, Cina, dan Singapura. Berperan sebagai Managing Director Asia Pacific tahun 2012, Suga mengerti kedinamisan pasar Asia dan siap mengaplikasikan strategi penjualan yang telah berhasil diterapkan di beberapa negara yang keadaan pasarnya mirip dengan Indonesia, seperti Thailand.

Selain penunjukan President Director baru, Panasonic juga melakukan beberapa fokus pada produk unggulannya, seperti AC Econavi untuk kelas premium, kulkas Alowa+ untuk kelas menengah dan TV Viera untuk kelas premium dan menengah. Dengan fokus penjualan produk tersebut, Panasonic berharap dapat memperluas cakupan penjualan tidak hanya kepada kelas premium tetapi juga ke kelas menengah untuk memberikan pilihan yang lebih luas kepada konsumen.

·         Econavi Air Conditioner (AC)
Dapat dikatakan bahwa AC telah menjadi tulang punggung Panasonic. Dengan meningkatnya penjualan AC di tahun 2012 sejak adanya teknologi econavi yang hanya dimiliki oleh Panasonic dengan human sensor dan sun light detection yang menghemat hingga 20% penggunaan listrik. Econavi sendiri berfungsi mendeteksi intensitas cahaya redup dan mengurangi kinerja AC untuk mendinginkan ruangan. Sementara itu saat intensitas cahaya tinggi seperti pada kondisi siang hari atau cerah, Sunlight Detection akan menyesuaikan kinerja AC untuk mendinginkan ruangan.

·         Kulkas Alowa+
Produk unggulan kedua yang akan difokuskan pada tahun 2013 adalah Kulkas Alowa +. Kulkas Alowa+ adalah kulkas yang memiliki 97 watt menjadi kulkas dengan watt terendah dengan suhu terdingin dibandingkan kompetitor. Dilengkapi dengan lampu LED yang hemat energi dan tahan hingga 7 tahun penggunaan.

·         TV Viera
Pada tahun 2013, Panasonic meluncurkan 2 tipe: Smart Viera untuk kelas premium dan Viera untuk kelas menengah dengan inchi kecil (22” hingga 29”). Untuk Smart Viera sendiri mengedepankan 3 teknologi baru:
1)   My Home Screen : Fitur ini memberikan pilihan kepada konsumen untuk menyesuaikan menu di TV sesuai dengan aktifitas TV favoritnya, seperti saluran favorit, website di internet, video dan foto favorit.
2) Voice Interaction : Dengan hanya memberikan perintah dan berbicara melalui Touch Pad Controller atau telepon pintar yang berfungsi sebagai remote control, maka Smart Viera akan menampilkan permintaan yang diperintahkan pengguna.
3)    Swipe & Share 2.0 : Dengan menggabungkan koneksi tablet/telepon pintar dengan Smart Viera maka konsumen dapat memindahkan konten di tablet/ telepon pintar ke TV.

“Untuk mencapai target penjualan, kami ingin menjangkau pasar yang lebih luas, yakni premium dan menengah. AC, kulkas, dan TV adalah perwakilan produk kami yang dapat membantu kami mewujudkan hal tersebut. Dengan strategi yang baru, saya yakin Panasonic akan mencapai targetnya dan terus berkembang.” tutup Suga. 





Perbedaan tentang strategi dan taktik pada perusahaan PT Panasonic Gobel Indonesia (Panasonic)



Strategi PT Panasonic Gobel Indonesia
Taktik PT Panasonic Gobel Indonesia
Penunjukan Hiroyoshi Suga sebagai President Director Baru Panasonic Gobel Indonesia
Hiroyoshi Suga siap mengaplikasikan strategi penjualan yang telah berhasil diterapkan di beberapa negara yang keadaan pasarnya mirip dengan Indonesia, seperti Thailand
Strategi perluasan pasar
Menjangkau pasar yang lebih luas, yakni kelas premium dan kelas menengah



Seperti AC Econavi untuk kelas premium, kulkas Alowa+ untuk kelas menengah dan TV Viera untuk kelas premium dan menengah



Fokus pada produk unggulannya
AC dengan teknologi econavi yang hanya dimiliki oleh Panasonic dengan human sensor dan sun light detection yang menghemat hingga 20% penggunaan listrik

Kulkas dengan watt terendah dengan suhu terdingin dibandingkan kompetitor. Dilengkapi dengan lampu LED yang hemat energi

Smart TV untuk kelas premium dan kelas menengah yang mempunyai spesifikasi teknologi luar biasa dengan harga yang dapat dijangkau oleh masing-masing pasar (premium dan menengah)


Definisi Manajemen Strategik

Menurut W.F. Glueck Manajemen strategi adalah serangkaian keputusan-keputusan dan tindakan-tindakan manajerial yang mengarah pada penyusunan strategi-strategi efektif untuk mencapai tujuan perusahaan.

Manajemen Strategik adalah suatu suatu seni dan ilmu untuk menciptakan keunggulan bersaing yang berkesinambungan sehingga dapat mencapai tujuan perusahaan.

Jadi Manajemen Strategik adalah Suatu suatu seni dan ilmu strategi, Cara untuk menciptakan keunggulan  bersaing yang berkesinambungan, Manajemen Untuk mencapai tujuan perusahaan secara efektif dan efisien melalui serangkaian keputusan strategik.


Manajemen Strategik dalam perusahaan akan berkembang melalui 4 tahap berurutan :
                                                                                                                     
Tahap 1. Perencanaan Keuangan Dasar
mencari pengendalian operasional yang lebih baik melalui pemenuhan anggaran

Tahap 2. Perencanaan Berbasis Peramalan
mencari perencanaan yg lebih efektif untuk pertumbuhan dengan mencoba meramalkan masa yang akan datang melebihi dari tahun berikutnya.

Tahap 3. Perencanaan Strategis
Mencari cara untuk meningkatkan respon terhadap pasar persaingan dg mencoba berpikir secara strategis

Tahap 4. Manajemen Strategis
Mencari cara untuk mengelola semua sumber daya guna mengembangkan keunggulan kompetitif dan membantu menciptakan kesuksesan dimasa yg akan datang.



Bagaimana Perusahaan PT Panasonic Gobel Indonesia (Panasonic) mengimplementasikan Manajemen Strategik

Implementasi manajemen stratejik pada perusahaan PT Panasonic Gobel Indonesia (Panasonic) dapat terlihat dari penunjukan Hiroyoshi Suga sebagai President Director Baru Panasonic Gobel Indonesia. Disini terlihat bahwa President Director yang baru yang dipilih ini yaitu Hiroyoshi Suga telah memiliki pengalaman internasional lebih dari 29 tahun dengan bekerja di Panasonic Amerika, Jepang, Cina, dan Singapura. Berperan sebagai Managing Director Asia Pacific tahun 2012, Suga mengerti kedinamisan pasar Asia dan siap mengaplikasikan strategi penjualan yang telah berhasil diterapkan di beberapa negara yang keadaan pasarnya mirip dengan Indonesia, seperti Thailand.

Hiroyoshi Suga sendiri mengerti bahwa kompetisi pasar elektronika di pasar Asia khusunya Indonesia semakin ramai dan banyak kompetitor-kompetitor baru bermunculan, tetapi Dia mempunyai strategi dan taktik sendiri untuk dapat mencapai targetnya yaitu meningkatkan penjualan produk Panasonic di tahun 2013 hingga 25%.



Selain memilih President Director baru, Panasonic juga akan menerapkan beberapa strategi lain yakni Perluasan Pasar dan Fokus Pada Produk Unggulan Panasonic. Pasar Indonesia adalah pasar yang terdiri dari kelas premium dan menengah, Panasonic mengerti bagaimana cara agar dapat mencakup semua pasar di Indonesia, produk-produk unggulan yang didesain untuk masing-masing pasar, seperti AC Econavi untuk kelas premium, kulkas Alowa+ untuk kelas menengah dan TV Viera untuk kelas premium dan menengah. Dengan fokus penjualan produk tersebut, Panasonic berharap dapat memperluas cakupan penjualan tidak hanya kepada kelas premium tetapi juga ke kelas menengah untuk memberikan pilihan yang lebih luas kepada konsumen.


Penulis : Fatmawati / 01214091/ Ekonomi Manajemen / Universitas Narotama Surabaya

Minggu, 06 November 2016

UTS ETIKA BISNIS 2016

NAMA : FATMAWATI
NIM : 01214091
PRODI : MANAJEMEN
MATKUL : ETIKA BISNIS



JAWAB BAGIAN I


1.   Pengertian Etika :

      Etika tidak lain adalah aturan perilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk.


2.   Pengertian Etika Deontologi :

      Etika deontologi, suatu tindakan itu baik buka dinilai dan dibenarkan berdasarkan akibat atau tujuan baik dari tindakan itu, melainkan berdasarkan tindakan itu sendiri sebagai baik pada dirinya sendiri.
Atas dasar itu, etika deontologi sangat menekankan motivasi, kemauan baik dan watak yang kuat dari pelaku. Atau sebagaimana dikatakan Immanuel Kant (1734-1804), kemauan baik harus dinilai baik pada dirinya sendiri terlepas dari apapun juga. Maka dalam menilai seluruh tindakan kita, kemauan baik harus selalu dinilai paling pertama dan menjadi kondisi dari segalanya.

Ada dua kesulitan yang diajukan terhadap teori deontologi, khususnya terhadap pandangan-pandangan Kant, Pertama, bagaimana jadinya apabila seseorang dihadapkan pada dua perintah atau kewajiban moral dalam situasi yang sama, tetapi keduanya tidak bisa dilaksanakan sekaligus, bahkan keduanya saling meniadakan. Untuk memecahkan kesulitan pertama ini, Kant memberi dua hukum moral sebagai perintah tak bersyarat yang sekaligus dapat menjawab persoalan tersebut diatas. Hukum moral pertama, menurut Kant, berbunyi: bertindaklah hanya berdasarkan perintah yang kamu sendiri kehendaki akan menjadi sebuah hukum universal. Kedua, Kant juga mengajukan perintah tak bersyarat lainnya : bertindaklah sedemikian rupanya sehingga anda sealu memperlakukan manusia, entah dalam dirimu sendiri atau pada orang lain.

Persoalan kedua, sebagaimana dikatakn John Stuart Mill, para penganut etika deontologi sesungguhnya ytidak bisa mengelakkan pentingnya akibat dari suatu tindakan untuk menentukan apakah tindakan itu baik atau buruknya. Dalam perspektif etika Adam Smith, persoalan ini dapat dipecahkan secara lain. Menurut Adam Smith, suatu tindakan dapat dinilai baik dan buruk berdasar motif pelakunya serta akibat atau tujuan dari tindakan itu.

3.      Pengertian Etika Teleologi dan aliran yang ada didalamnya :

Etika teleologi justru mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu. Suatu tindakan dinilai baik, kalau bertujuan mencapai sesuatu yang baik, atau kalau akibat yang ditimbulkannya baik dan berguna. Atas dasar ini, dapat dikatakan bahwa etika teleologi lebih situasional, karena tujuan dan akibat suatu tindakan bisa sangat tergantung pada situasi khusus tertentu. Karena itu, setiap norma dan kewajiban moral tidak bisa berlaku begitu saja dalam setiap situasi sebagaimana dimaksudkan Kant.

Dua aliran etika teleologi :
·         Egoisme Etis
Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri.

·         Utilitarianisme
Berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”.
Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan.
Contoh : kewajiban untuk menepati janji
                                                        
4.      Pengertian & Ciri-ciri profesi dan perbedaan profesi dengan hobi:

Pengertian Profesi dan Profesional menurut DE GEORGE, profesi adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian.

Ciri-ciri profesi :
Secara umum ada beberapa ciri atau sifat yang selalu melekat pada profesi, yaitu :
·         Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun.
·         Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi.
·         Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat.
·         Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan sebagainya, maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus.
·         Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi.

      Profesi berbeda dengan hobi yang bisa dilakukan kapan saja saat senggang dan keinginan untuk melakukan muncul, tetapi profesi lebih fokus dan memiliki tanggung jawab yang besar dan sepenuhnya atas profesi yang dimiliki, sebab akan berdampak pada berbagai pihak bersangkutan yang ada di sekitarnya apabila tidak dilakukan dengan baik dan secara benar.

5.      Argumen yang menentang dan mendukung mitos bisnis amoral:

Mitos Bisnis Amoral : Sebagian besar pendapat mengatakan bahwa bisnis dengan moral tidak ada hubungannya sama sekali, etika sangat bertentantangan dengan bisnis dan membuat pelaku bisnis kalah dalam persaingan bisnis, karenanya pelaku bisnis tidak diwajibkan mentaati norma, nilai moral, dan aturan-aturan yang berlaku dalam lingkungan bisnis perusahaan. Hal ini yang menyebabkan pendapat diatas belum tentu benar, bahkan sebagian besar pendapat lain mengatakan bahwa bisnis dengan moralitas memiliki hubungan yang sangat erat, etika harus dipraktekkan langsung dengan kegiatan bisnis dan membuat perusahaan bisa bersaing secara sehat karena memegang komitmen, prinsip yang terpercaya terhadap kode etis, norma, nilai moral, dan aturan-aturan yang dianggap baik dan berlaku dalam lingkungan bisnis perusahaan. Sebelum bisnis dijalankan, perusahaan – perusahaan wajib memenuhi persyaratan secara legal sesuai dengan dasar hukum dan aturan yang berlaku, tetapi apakah bisnis dapat diterima secara moral.

6.      Pengertian etika bisnis dan peran etika bisnis terhadap pelaku bisnis :

Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis (Velasquez, 2005).

Etika bisnis dalam perusahaan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, diperlukan suatu landasan yang kokoh. cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan  individu,  perusahaan, industri dan juga masyarakat. Semuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil, sesuai dengan hukum yang berlaku, dan tidak tergantung pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat itu sendiri.

7.      Prinsip-prinsip dalam etika bisnis :

Secara umum prinsip-prinsip yang berlaku dalam kegiatan bisnisnya yang baik sesungguhnya tidakbisa dilepaskan dari kehidupan kita sebagai manusia. Demikian pula, prinsip-prinsip itu sangat erat terkait dengan sistem nilai yang di anut oleh masing-masing masyarakat.

Namun, sebagian etika khususnya atau etika terapan, prisip-prinsip etika yang berlaku dalam bisnis sesungguhnya adalah penerapan dari prinsip etika pada umumnya.
·         Prinsip yang pertama, prinsip otonomi yaitu sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya sendiri tentang apa yang di anggapnya baik untuk dilakukan
·         Prinsip kedua, prinsip kejujuran ,yang pertama, kejujuran relevan dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak, yang kedua kejujuran juga relevan dalam penawaran barang dan jasa dengan mutu dan harga yang sebnding, yang ke tiga, kejujuran juga relevan dalam hubungan kerja intern dalam suatu perusahaan
·         Prinsip yang ketiga, prinsip keadilan,prinsip keadilan menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan yang adil dan sesuai dengan kriteria yang rasional objektif dan dapat dipertanggung jawabkan.
·         Prinsip ke empat, prinsip saling menguntungkan, prinsip ini menuntut agar bisnis dijalankan sedemikan rupa sehingga menguntungkan semua pihak
·         Prinsip kelimaintegrasi moral. Prinsi ini terutama di hayati sebagai tuntutan internal dalam diri pelaku bisnis atau perusahaan agar dia perlu menjalankan bisnis dengan tetap menjaga nama baiknya atau nama bauk perusahaannya.

8.      Pengertian code of ethics :

Eode of ethics dapat diartikan sebagai pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Kode etik merupakan pola aturan atau tata cara sebagai pedoman berperilaku.

Dalam kaitannya dengan profesi, bahwa kode etik merupakan tata cara atau aturan yang menjadi standart kegiatan anggota suatu profesi. Suatu kode etik menggambarkan nilai-nilai professional suatu profesi yang diterjemahkan kedalam standaart perilaku anggotanya. Nilai professional paling utama adalah keinginan untuk memberikan pengabdian kepada masyarakat.

Nilai professional dapat disebut juga dengan istilah asas etis (Chung, 1981) mengemukakan empat asas etis, yaitu :
a)      Menghargai harkat dan martabat
b)     Peduli dan bertanggung jawab
c)      Integritas dalam hubungan
d)     Tanggung jawab terhadap masyarakat

JAWAB BAGIAN II

Kasus 1
- Masalah etis yang timbul yaitu dengan sengaja melakukan bisnis tidak etis karena mengandung bahan kimia obat yang berbahaya dan memberi dosis yang berlebih.
- Tidak transparansi dalam melakukan bisnis “indikasi sumber atau indicator zat kimia tidak dicantumkan dalam kemasan”

Contoh Kasus Pelanggaran Etika Periklanan

Pelanggaran Etika Periklanan




1. Pelanggaran Etika Bisnis Pada Reklame “Nu Oceana”
Pada kasus ini iklan pada reklame tersebut menurut kami telah melanggar etika periklanan, mengapa? Karena didalamnya terdapat kata-kata yang menyatakan bahwa produk tersebut adalah yang pertama di Indonesia tanpa disertai dengan bukti pendukung, yaitu pada bagian bawah reklame tercantum kata-kata “The 1st Sea Salt Lemonade Drink in Indonesia”. Oleh karena itu, iklan tersebut telah melanggaran etika periklanan dengan menyantumkan Penggunaan Kata Pertama yang mana harus dibuktikan dan dipertanggungjawabkan.





2. Pelanggaran Etika Bisnis Pada Reklame "Printer HP"
Pada kasus ini iklan pada reklame tersebut menurut kami telah melanggar etika periklanan, mengapa? Karena didalamnya terdapat kata-kata yang Hiperbolisasi, yaitu “Cetak banyak hingga 3.000 halaman (warna) atau 5.000 halaman (hitam)”. Sehingga terkesan melebih-lebihkan dan membuat salah presepsi dari khalayak yang disasarnya. 


Kelompok :
Fatmawati (01214091 – Manajemen B)
Ario Bagus Apriliyan (01214117 – Manajemen A)